Saturday, August 09, 2008

Roles in DB Environment

Terdapat lima role pada DB Environment, terkait pada pengembangan dan penggunaan basis data.
1.Data Administrator (DA)
Data Administrator (DA) dan Database Administrator (DBA) bertanggung jawab terhadap pengelolaan dan pengontrolan aktifitas-aktifitas yang terkait data maupun basis data. DA lebih terfokus di tahap awal pada siklus pengembangan basis data, sedangkan DBA lebih fokus pada tahap akhir. Untuk penjelasan lebih detil siklus pengembangan basis data, ada di http://choirulhuda.blogspot.com/2005/12/pengantar-basis-data.html

Pengelolaan sumber-sumber data yang dilakukan meliputi :

  1. perencanaan basis data,
  2. pengembangan dan pemeliharaan standar, kebijakan dan prosedur, perancangan konseptual dan logikal basis data.

2.Database Administrator (DBA)
Pengelolaan atas realisasi pada tahap fisikal aplikasi basis data, meliputi :

  1. perancangan basis data fisikal dan implementasi,
  2. pengaturan keamanan dan kontrol integritas,
  3. pemantauan terhadap kinerja sistem, dan pengorganisasian kembali basis data.

3.Database Designers
Bertanggung jawab terhadap perancangan database, mulai dari model logikal hingga fisikal.

4.Application Programmers
Bertanggung jawab terhadap perancangan dan implementasi atas user interface dan program aplikasi yang digunakan untuk mengolah basis data.

5.End Users
Bertangung jawab dalam pengolahan data dengan menggunakan program aplikasi yang telah disediakan. Dikenal ada dua kategori pengguna basis data :

  1. naive user : adalah pengguna yang sedikit memiliki pemahaman terhadap basis data, baik dari sisi teknis ataupun tatalaksana perusahaan/organisasi .Pengguna yang termasuk dalam kategori ini perlu mendapatkan pelatihan lebih intensif untuk pemakaian aplikasi basis data. Disamping itu, pada saat identifikasi kebutuhan, perlu usaha yang lebih untuk berkomunikasi dengan pengguna pada kategori ini.
  2. Sophisticated/expert user : adalah pengguna yang sangat memahami basis data, baik dari sisi teknis ataupun tatalaksana perusahaan/organisasi.Pengguna ini mampu mendefinisikan kebutuhannya dengan baik pada tahap awal pengembangan basis data karena didukung penguasaan tatalaksana perusahaan/organisasi.Pelatihan yang diberikan untuk pemakaian aplikasi basis data juga tidak perlu seintensif naïve user.




Referensi :

  • Connolly Thomas, Berg Carolyn, 2002, Database System, A Practical Approach to Design, Implementation, and Management, Addison – Wesley.

Friday, May 23, 2008

Humor Klasik Minyak Tanah vs Humor “Blue Energy”

Cuplikan humor klasik :
Alkisah, pada masa minyak tanah masih akrab dengan keseharian wong cilik, yang konon katanya merupakan subsidi pemerintah, sering kita dapati tukang minyak tanah yang menjajakannya dengan gerobak keliling kampung-kampung, bahkan gang-gang kecil yang mungkin tidak pernah dikunjungi para pengelola atas negeri ini.Pada suatu kesempatan, tukang minyak sedang keluar dari gang menuju jalan raya dengan mendorong gerobak minyaknya. Saat baru saja sampai di jalan raya, tiba-tiba “Bruakkkkk...!!!!!”, tukang minyak dan gerobaknya terguling, tertabrak mobil. Tukang minyak tak sadarkan diri beberapa saat. Masyarakat yang kebetulan berada di pingir jalan dan menyaksikan kejadian tersebut langsung menolong tukang minyak yang malang itu.Tubuh itu diangkat beramai-ramai kemudian dipinggirkan di trotoar.Karena tidak juga sadarkan diri bahkan sempat kejang-kejang dan matanya melotot seperti sakarotul maut, maka salah seorang penolong mencoba meminta tukang minyak untuk sadar dengan menepuk-nepuk pipi tukang minyak sambil berkata: ”Pak, nyebut Pak! Nyebuuutttt…!”, seru penolong.Dan seketika tukang minyak merespon dengan menjawab sangat lenting “Minnyaaaakkkkkkkk…!”.
Humor di atas dikategorikan humor klasik karena disamping sudah lama kita dengar juga tidak relevan pada masanya, karena kita akan sulit menjumpai tukang minyak tanah dorong. Belum juga benar-benar hilang rasa humor klasik itu, kini kita sedang disajikan dengan humor baru terkait hilangnya Joko Suprapto, penemu “Blue Energy” asal Nganjuk, Jawa Timur. Apakah pak Joko hilang atau menghilang? Kalau benar-benar menghilang, tentu ada kepentingan diri pak Joko, misalkan terkait keamanan dirinya, tetapi jika hilang tentu terkait oleh kepentingan di luar diri Pak Joko, mengingat strategisnya penemuan beliau.Sayang humor yang kedua ini tidaklah mungkin akan membangkitkan rasa humor yang sesungguhnya, namun ujungya justru akan membangkitkan suatu keprihatianan semata.Semoga Pak Joko tidaklah hilang ataupun menghilang.

Temuan yang disebut dengan “Blue Energy” itu tentulah tidak sesederhana yang kita bayangkan, yakni hanya dengan air semata bisa dijadikan sebagai sumber energi. Ada formula tertentu yang diperhitungkan untuk menghasilkan energi yang bisa digunakan semisal menggerakkan kendaran bermotor.Mungkin karena mayoritas elemennya dari air, maka temuannya disebut sumber energi dari air. Sebagai penambah wacana terkait temuan tersebut dan agar tidak terjebak pada “kelirumonologi”, bisa kunjungi alamat ini http://rovicky.wordpress.com/2007/12/10/blue_energy/, atau kunjungi http://www.greencarcongress.com/ untuk mengetahui arikel-artikel terkait.

Hanya berharap semoga bumi, tanah, air, dan kekayaan yang ada di dalamnya benar-benar dikelola oleh negara untuk kemaslahatan dan kesejahteraan seluruh anak bangsa. Janganlah negeri ini menjadi seperti uraian kakawin(puisi) Bharatayudha pada masa kerajaan Panjalu (Kediri, Raja Jayabaya) 851 tahun silam, yang sebelumnya mengalahkan Jenggala. Diungkapkan pada kakawin tersebut :“Pulau Jawa adalah tanah yang subur makmur, sangat indah tiada tara, tetapi negara itu sedang menderita sedih karena dirusak oleh orang-orang jahat. Raja yang memerintah tidak mampu menjaganya.”.Konteksnya saat ini tentulah bukan hanya sekedar pulau Jawa, melainkan Indonesia, meskipun realitasnya pulau Jawa merupakan sentral kendali pemerintahan.

Semoga anak bangsa ini mendapatkan kail, bukan ikannya. Dan kepada mereka yang sedang membuat kail semoga diberikan kesempatan, arahan, dan bimbingan, bukannya penghancuran. Semoga Pak Joko dan keluarganya diberikan perlindungan dan penghargaan yang layak.
Amien.

Wednesday, April 30, 2008

Modular Programming

Konsep

  • Program dibagi-bagi menjadi bagian-bagian (modul-modul) yang lebih kecil.
  • Seluruh modul adalah suatu kesatuan untuk menyelesaikan suatu tugas.
  • Modul dibentuk dengan mengelompokkan sejumlah perintah untuk menyelesaikan tugas tertentu.
  • Modul diperlukan jika kelompok perintah tersebut kerap kali digunakan di tempat lain dalam program.
  • Modul sering disebut juga dengan Sub-Program.

Keuntungan menggunakan modul

  • Rancangan Top-Down dengan teknik Sub Goal, program besar dapat dibagi menjadi lebih kecil.
  • Dapat dikerjakan oleh lebih dari satu orang dengan koordinasi yang relatif mudah.
  • Mencari kesalahan relatif lebih mudah karena alur logika lebih jelas, dan kesalahan dapat dilokalisir dalam satu modul.
  • Modifikasi dapat dilakukan, tanpa menggangu program secara keseluruhan.
  • Mempermudah dokumentasi.

Sifat-sifat modul yang baik

  • Fan-In yang tinggi, yaitu makin sering suatu modul dipanggil oleh pengguna, makin tinggi nilai fan-in.
  • Fan-Out yang rendah, makin sedikit tugas yang dilakukan oleh suatu modul makin rendah nilai fan-out. Dengan demikian, makin spesifik tugas yang dikerjakan oleh modul tersebut.
  • Self-Contained, atau memenuhi kebutuhannya sendiri.

Implementasi

  • Implementasi konsep modular dalam bahasa pemrograman dikenal dengan berbagai cara. Pada Pascal tersedia dalam bentuk fungsi dan prosedur, sedangkan pada C cukup dengan fungsi.
  • Implementasi modular programming bisa juga diterapkan pada saat abstraksi tipe data (lebih lanjut bisa dibaca pada arikel di blog ini yang berjudul “Tipe Data”, dimuat pada tanggal 17 Desember 2005).
  • Contoh pembagian program menjadi beberapa subprogram :


Algoritma

Definisi
• Algoritma adalah sekumpulan langkah-langkah terbatas untuk mencari solusi suatu masalah.
• Berasal dari kata algoris dan ritmis. Diperkenalkan oleh Abu Ja’far Muhammad Musa Al-Khowarizmi (780-850) dalam bukunya yang berjudul Kitab Al Jabr Waal Muqobala (Rules of Restoration and Reduction).
• Pada pemrograman, algoritma didefinisikan sebagai metode yang terdiri dari langkah-langkah terstuktur untuk mencari solusi suatu masalah dengan bantuan komputer.

Syarat Algoritma
Menurut Donald E.Knuth sebuah algoritma harus memenuhi persyaratan :
• Finiteness.
Algoritma harus berakhir (terminate) setelah melakukan sejumlah langkah proses.
• Definiteness.
Setiap langkah algoritma harus didefinisikan dengan tepat dan tidak menimbulkan makna ganda(ambiguous).
• Input.
Setiap algoritma memerlukan data sebagai masukan untuk diolah.
• Output.
Setiap algoritma memberikan satu atau lebih hasil keluaran.
Effectiveness.
Langka-langkah algoritma dikerjakan dalam batas waktu yang wajar.

Jenis Proses Algoritma
Langkah-langkah yang membentuk suatu algoritma dapat dibagi menjadi tiga kelompok proses :
Sequence process.
Sederetan instruksi dijalankan secara berurutan dari awal hingga akhir.
Selection process.
Instruksi atau sederetan instruksi dijalankan jika kondisi tertentu terpenuhi.Contohnya adalah siswa dinyatakan lulus mata kuliah jika nilainya minimal 60.
Iteration process.
Instruksi atau sederetan instruksi dijalankan secra berulang jika kondisi tertentu terpenuhi. Contohnya adalah siswa harus mengambil mata kuliah selama nilainya di bawah 60.

Tahap Pengembangan Algoritma

Penulisan (penyajian) Algoritma
• Tulisan, seperti : Structure English, Pseudocode.
Contoh Algoritma "Penggunaan Kalkulator"
Mulai
.....Nyalakan kalkulator
.....Kosongkan Kalkulator
.....Ulangi
..........Input harga
..........Tekan tombol Plus (+)
..........Sampai semua harga diinput
.....Tampilkan total harga
.....Matikan kalkulator
Selesai

• Gambar, seperti : Flow Chart.
Contoh Algoritma "Penggunaan Kalkulator"





















Referensi :
• Deitel, H.M. and Deitel, P.J. (2001). C HOW TO PROGRAM. 3rd edition. Prentice Hall, NJ.
• Ngoen. Th. S. (2004). Pengantar Algoritma dengan Bahasa C. Penerbit Salemba Teknika.

Tuesday, April 22, 2008

Zhang Da

Sumber : Kompas, Sabtu, 22 Juli 2006
Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa. Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka mereka pun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya. Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional ke seluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da. Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin menuliskan cerita ini untuk melihat semangatnya yang luar biasa. Bagi saya Zhang Da sangat istimewa dan luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar manusia. Atau lebih tepatnya ia adalah yang terbaik diantara 140 juta manusia. Tetapi jika kita melihat apa yang dilakukannya dimulai ketika ia berumur 10 tahun dan terus dia lakukan sampai sekarang (ia berumur 15 tahun), dan satu-satunya anak diantara 10 orang yang luar biasa tersebut maka saya bisa katakan bahwa Zhang Da yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar penduduk China. Pada waktu tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah. Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya. Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.
ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit.
Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.
Zhang Da menyuntik sendiri papanya.
Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.

Aku Mau Mama Kembali.
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, "Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!" Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu". Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, "Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!" demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap. Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.
Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya... ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan. Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan... . bangkitlah! karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya. ....... Kesulitan memberi pembelajaran bagi setiap orang Tergantung orang tersebut memilih jalan hidupnya Tetap berdiri dan berusaha membuat segala sesuatu menjadi lebih baik atau memilih jalan kehancuran.. . Semua kembali pada diri pribadi masing-masing

Tuesday, April 15, 2008

Anak

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.
(QS:Al Kahfi-46).

=================================================

Anakmu bukan milikmu
Mereka putera-puteri Sang Hidup yang rindu pada diri sendiri
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau
Mereka ada padamu, namun bukan hakmu

Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,
Sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.

Patut kau berikan rumah untuk raganya, tapi tidak untuk jiwanya,
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
Yang tiada dapat kaukunjungi, sekalipun dalam impian.

Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu.

Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
Pun tidak tenggelam di masa lampau.

Kaulah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur.
Sang Pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian,
Dia merentangmu dengan kekuasaanNya,
Hingga anak panah itu melesat jauh, serta cepat.

Meliuklah dengan sukacita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat,
Sebagaimana pula dikasihiNya busur yang mantap.

(Kahlil Gibran)


Friday, April 11, 2008

Surat Wasiat

Sumber : Translate dari Budhi Santoso.
Mbak Jo, sebut saja begitu namanya, sedang dirawat di rumah sakit. Menurut hasil pemeriksaan dokter, Mbah Jo terkena serangan asma kronis, sehingga perlu bantuan oksigen yang dialirkan melalui selang ke hidungnya.Sudah beberapa hari ini Mbah Jo dalam kondisi koma. Hanya terkadang matanya berkedip-kedip sebagai isyarat komunikasi.Karena ingin meringankan beban ayahnya, anaknya Mbah Jo memanggil modin untuk mendoakan Mbah Jo.Tiba waktunya modin di samping Mbah Jo, langsung membaca doa. Saat sedang membaca doa, Mbah Jo terlihat terengah-engah nafasnya,mukanya pucat dan tangannya gemetar.Dengan bahasa isyarat Mbah Jo sepertinya ingin menulis sesuatu. Anaknya mengerti isyarat tersebut maka langsung mengambilkan kertas dan pensil.Masih dalam kondisi terengah-engah Mbah Jo menulis pesan pada secarik kertas.Dan dengan sisa-sisa tenaga memberikan secarik kertas tsb ke modin."Rasanya kok tidak etis membaca surat wasiat di saat-saat seperti ini" kata modin dalam hatinya saat menerima secarik kertas dari Mbah Jo.Karena pertimbangan itu maka kertas itu untuk sementara dimasukkan ke kantong bajunya dan melanjutkan doa lagi. Tidak lama kemudian, Mbah Jo menghembuskan nafas terakhir. Semua yang hadir disitu bersedih dan menangis, terutama anak Mbah Jo. Berusaha untuk menenangkannya, modin berucap "Meskipun semasa hidup Mbah Jo dikenal sangar, tapi hatinya baik.Banyak nasehat yang selalu dia berikan.".Sebagaimana tradisi di tempat Mbah Jo, setelah tujuh hari meninggal, diadakan acara doa bersama untuk almarhum dengan mengundang para tetangga dan kerabat, termasuk modin sebagai pemimpin doa. Setelah acara doa selesai, modin teringat kalau di dalam kantong baju yang dia pakai saat ini ada secarik kertas dari Mbah Jo yang belum sempat dia baca saat sakarotul maut."Waduh....untung saya ingat. Kan ada wasiat dari almarhum yang perlu dibaca." pikir modin."Hadirin sekalian, ada surat dari almarhum Mbah Jo yang belum sempat saya sampaikan ke hadirian sekalian.Kalau melihat semasa hidupnya, sepertinya isi surat tersebut adalah nasehat untuk anak dan cucu-cucunya. Mari kita baca bersama-sama isi suratnya." kata modin.Tidak berselang lama modin mengeluarkan secarik kertas dari kantong bajunya, sambil dibaca ternyata bunyinya "He...modin...! Jangan berdiri di situ. Kamu nginjak selang oksigenku!!!".

World Cup 2010

Sepak bola (World Cup 2010) hanya sebuah aktifitas yg dimainkan di area panjang 100-110m x lebar 64-75m, tetapi magnetnya bisa menghisap rat...