Tuesday, April 26, 2011

Hidup Laksana Aliran Air

Menjadi hikmah
Sudah lama halaman ini alpa dari isian yang baru, di saat bersamaan hasrat ingin menumpahkan gejolak dari dalam batok kepala sudah tak tertahan begitu kaki turun dari kereta. Perjalanan semalam sudah cukup untuk mengendapkan apa yang telah terjadi. Batok kepala dengan ukuran fisik tak lebih dari sebuah biji kelapa, terasa tidak nyaman lagi menampung segala benak yang ada di dalamnya. Meski tersedia di dalamnya anugrah luar biasa, sehingga dengan ukuran itu mampu merekam data audio visual entah berapa terra byte, hanya dalam masa rehat ini saja, namun demikian, suhu di dalamnya sudah dalam batas toleransi. Berbagai macam persoalan yang notabenya adalah hadiah (Insya Allah), semoga mampu menjadi hikmah. Sebagaimana air, semoga akan lebih bermanfaat jika dapat dialirkan kembali ke wadah yang telah disediakan, sebaliknya mengendap hanya akan menimbulkan wabah penyakit. Biarlah semuanya tertuang kemudian mengalir menuju kodrat yang semestinya memang harus dilalui, sebagaimana air mengalir menuju arah yang tak pernah salah. Kalaupun suatu ketika air tertuduh salah arah, sebenarnyalah dia hanya mengikuti kodrat semata.
Hulu ke hilir
Hikmah yang dapat disimpulkan bahwasanya hidup memang seperti perjalaan air dari hulu ke hilir. Kadang air mengikuti alur yang sedari dulu sudah demikian adanya, atau kadang mencari jalan baru. Tetapi intinya sama, ada proses perjalanan menuju arah yang sama, meski suatu ketika arus harus terbelah dengan berbagai macam arah dan ukuran, namun kodratnya menuju hilir. Air hanya mengikuti arus dalam kodratnya, dan tidak akan iri dengan belahan arus yang ada di seberang lainnya.  Dikatakan selokan karena memang ukurannya, pun juga dengan bengawan. Selokan tak mengiri terhadap bengawan karena pada hakekatnya mereka akan diketemukan, pun demikian bengawan tidak akan menyombongkan diri karena bengawan asalnya adalah selokan. Gambaran hidup nyatanya juga demikian. Tersedia beragam ukuran dalam proses perjalanannya, kita hanya patut mensyukurinya. Apa jadinya jika selokan mengiri pada bengawan, atau sebaliknya, maka bencana wujudnya, entah banjir atau kekeringan. 

Jaringan
Apapun itu wujudnya, dari selokan sampai bengawan, tidaklah mereka berdiri sendiri, melainkan terikat satu dengan lainnya dalam jaringan. Bengawan hanya sia-sia menambah kapasitasnya jika tidak terkait dengan saluran lain yang memadahi. Selokanpun sama. Semua aliran akan hidup(mengalir) jika terkait dan saling bekerja sama sesuai kapasitasnya. Akan tidak indah jika semua aliran adalah selokan, atau semua aliran adalah bengawan. Dalam konsep network flow di Data Structure, manfaat akan diperoleh lebih banyak jika terjadi maximum flow dengan meminimalkan residu. Menambah kapasitas di salah satu pihak hanya akan sia-sia dalam aliran(hidup) jika tidak memperhatikan maximum flow. Hidup akan banyak bermanfaat jika dapat memaksimalkan manfaat (buah) kepada yang lain, tidak sekedar melebatkan daun tanpa makna lebih. Bukankah manusia biasa yang mampu menghasilkan maha guru pun akan lebih baik dibanding maha guru yang hanya menghasilkan manusia biasa? Selokan yang berhimpun dengan selokan lainya mampu bermetamorfosis menjadi bengawan, sebaliknya bengawan yang hanya menghasilkan selokan adalah pertanda bahaya. Bersyukur memang bukan berarti pasrah atas kapasitas yang ada, sebagaimana kapasitas aliran perlu juga diperbesar, tetapi tetap perlu memperhatikan keseimbangan hulu dan hilir.

Isi
Bicara aliran air tentu melibatkan isinya, air itu sendiri. Air kadang jernih, keruh, atau bahkan berlimbah. Aliran sudah dikodratkan, isi kita yang ikut menentukan. Selama panjang perjalanan air itu, jernih, keruh, ataupun berlimbah akan terus terbawa sampai hilir. Sekali lagi, kita yang ikut menentukannya.Dari perjalanan yang kita miliki, akan menorehkan golongan yang mana. Interaksi aliran yang membawa isi dengan aliran lainnya dan terbawa dalam arus lebih panjang, akan semakin memperanjang sumbangsih hingga hilir. Aliran panjang tiada makna jika hanya membawa limbah, sebagaimana tidak bermaknanya hidup dalam umur panjang jika hanya menorehkan dan menularkan “limbah”. 

Menguap
Tidak selamnya air terbawa dari hulu hingga hilir, beberapa di antaranya menguap di tengah perjalanan meski dalam jumlah tidak sebnyak yang sampai hilir. Demikian Yang Maha Kuasa menjadikan kodrat lebih dari air agar hidup tetap berjalan. Tuhan memberikan pintu tobat dan pengampunan yang kita bisa manfaatkan untuk menjernihkan aliran kita, selagi hilir masih belum di ujung ubun-ubun.


Tulisan ini dituangkan oleh orang yang sedang kepanasan ubun-ubunya. Mohon maklum.

Friday, June 25, 2010

World Cup 2010

Sepak bola (World Cup 2010) hanya sebuah aktifitas yg dimainkan di area panjang 100-110m x lebar 64-75m, tetapi magnetnya bisa menghisap ratusan juta pasang mata dg tingkatan energi yg beraneka ragam
Magnet World Cup (WC) 2010 juga memberikan efek domino pada perputaran ekonomi tidak hanya di Afrika Selatan saja, tetapi juga wilayah-wilayah lain di penjuru dunia. Kalender ratusan juta pasang matapun harus diatur sedemikian rupa agar tidak ketinggalan untuk menyaksikan laga favoritnya, sehingga jam istirahat pun berubah. Bahkan kalau diperhatikan, banyak aspek yang tidak terkait langsung dengan sepak bola, serentak memberikan embel-embel sepak bola. Sederhananya, WC 2010 menimbulkan dampak ke beberapa aspek kehidupan masyarakat.

Dengan kondisi tersebut, sangat dimaklumi jika seorang presiden bahkan putra mahkota kerajaan turun memberikan dukungan pada timnya. Terakhir, adalah presiden Prancis yang harus ikut turun tangan disaat timnya menorehkan citra yg buruk bagi negara.Perancis tidak hanya terpuruk dari sisi permainan, tetapi juga terpuruk dari sisi komunikasi internal tim.Bagi sang Presiden, apa yang terjadi pada tim Perancis bisa jadi sebagai "tamparan" untuk negara.Alhasil, tim pun terancam tidak dibayar dengan kondisi tsb.Perancis memang bukanlah satu-satunya tim favorit yang gagal di fase awal, setidaknya hingga detik ini, tim Italia pun kondisinya setali tiga uang.Keduanya sama-sama terpuruk di posisi bawah di fase awal. Kalau WC 2006 kedua tim pulang bersamaan setelah adu finalti di final yg menghantarkan Itali sebagai juara, kini keduanya pun pulang bersamaan tetapi sebagai tim yg gagal di fase awal.

Nasib telah berputar dan menggelinding, sebagaimana Jabulani bergulir. Nama besar tidaklah cukup untuk menghantarkan tim mengulang prestasi, dan sepak bola tidaklah sekedar menendang bola.Bagaimanapun, seluruh tim yang berlaga adalah tim-tim yang telah melalui proses seleksi ketat, sehingga dari sisi teknis sudah bukan masalah utama, dan mereka telah layak untuk berlaga di final.Sangat celaka jika memandang rendah tim non unggulan yang minim prestasi (sebelumnya).Dari sisi teknis bisa jadi tim non unggulan masih di bawah tim unggulan, tetapi laga juga memerlukan kerjasama dan spirit.Faktor terkahir inilah yang bisa mendorong tim non unggulan bisa menundukkan tim-tim unggulan.Bahkan untuk menghadapi tim unggulan, Aljazair perlu melakukan persiiapan tidak lazim, yaitu menonton bareng film yang membangkitkan nasionalisme dan spirit, meski pada akhirnya Aljazair harus berhenti juga di fase awal.Tetapi setidaknya, tim unggulan tidak dapat menang mudah atas tim non unggulan.

Wednesday, February 24, 2010

Data Komposit Array

Terminologi
Array merupakan tipe data komposit yang dapat digunakan untuk menyimpan lebih dari satu nilai homogen. Homogenitas nilai yang disimpan dibatasi oleh tipe data elemen-elemennya. Hubungan antar elemen dalam array bersifat linier, artinya setiap elemen hanya berelasi satu adn hanya satu dengan elemen lainnya, baik predecessor maupun successor, kecuali untuk elemen pertama dan terakhir.

Penempatan array di memory secara fisikal serupa dengan logikalnya, sehingga dengan suatu mekanisme mapping function dapat diketahui lokasi setiap lemen-elemennya.

Indeks
Setiap elemen array memiliki indek unik yang dapat digunakan untuk akses nilainya. Pengaksesan dapat dilakukan secara random(acak).Jumlah indek menunjukkan besarnya dimensi array. Secara konseptual, array dapat memiliki banyak dimensi, akan tetapi dengan pertimbangan waktu akses pada ranah praktisnya hanya dipakai pada batas tertentu.

Operasi
Array memiliki operasi dasar anatar lain Create, Read/Retrieve, Update/Store.
Create digunakan untuk menciptakan array baru yang masih kosong. Dalam kondisi ini, jika dilakukan pengecekan jumlah elemen akan dihasilkan nilai kosong(Empty).
Read digunakan untuk membaca elemen array pada indek tertentu. Operasi ini akan berhasil jika array tidak kosong. Sebaliknya, jika tidak kosong maka operasi read akan menghasilkan satu nilai(elemen) array.
Update digunakan untuk mengubah nilai array. Opeasi inipun akan berhasil jika array tidak kosong.

 Array Mapping Function (AMF)
AMF digunakan untuk memetakan nilai indek tertentu ke alamat (address) dari suatu elemen/komponen.
Parameter yang digunakan pada AMF meliputi :
  • Base Address (b) : alamat(byte) pertama daru array yang di-assign pada saat binding time. Binding time adalah waktu dimana array dialokasikan pada memory, bisa saat compile maupun execute.
  • Component Length(L) : panjangnya memory yang diperlkan untuk menyipan setiap komponen array. Untuk setiap bahasa pemrograman memiliki kapasitas yang berbeda untuk setiap tipe datanya. Contoh tipe data integer, pada Turbo PAscal 7.0 dan Turbo C 2.0 diperlukan 2 byta, sedangkan pada Visual C++ 5.0 diperlukan 4 byta.
  • Lower Bond (Lk) & Upper Bond (Uk) : Lk adalah nilai indek terkecil, sedangkan Uk adalah nilai indek terbesar. Contoh pada Turbo C 2.0 didefinisikan int S[10]; Maka nilai Lk=0, dan Uk=9.
  • Dimension (d) : besarnya dimensi dari suatu array. Contoh :
    • Array 1 dimensi : int S[10]; Besarnya d adalah 1.
    • Array 2 dimensi : int S[10][5]; Besarnya d adalah 2.
Rumus yang digunakan pada AMF :
         Lokasi komponen addr(S[i1][i2]...[id] = c0 + c1 x i1 + c2 x i2 + ... + cd x id, dimana :
         cd = L

         ct-1 = (ut - lt + 1) x ct dan 1 < t <= d
         c0 = b - (c1 x l1) - ... (cd x ld)

         Perhitungan besarnya memory (M) yang diperlukan : L x (u1 - l1 +1) x ... x (ud - ld + 1)


AMF untuk Array Khusus
  • Array segi tiga (Triangular Array)
    • Lower Triangular Array : array dua dimensi berbentuk bujur sangkar (u1=u2), dimana semua komponen di atas diagonal berisi 0.
    • Upper Triangular Array : array dua dimensi berbentuk bujur sangkar (u1=u2), dimana semua komponen di bawah diagonal berisi 0.
      Memerlukan lebih sedikit memory karena anga 0 tidak perlu disimpan.
           Rumus AMF :
                    addr(S[i,j] = c0 + c1 x (i x (i - 1) + c2 x j, dimana c0=b, c1=L/2, c2=L
                    Jumlah elemen = (u x (u + 1))/2
                    Jumlah memory(M) = L x jumlah elemen
  • Array Jarang (Sparse Array)
    Adalah array yang kebanyakan komponennya mempunyai satu nilai yang sama, misalkan 0. Hanya sebagian kecil yang nil;ainya tidak sama dengan 0.
Passing Parameter pada Array
Contoh potongan program array:


char LeftMost(char S[])
{ return(S[0]); };

char RightMost(char S[])
{ return(S[Len(S)-1]); };

void main()
{ char MyString[MaxLen);


printf(“Leftmost elemen :%c”,LeftMost(MyString));
printf(“Rightmost elemen :%c”,RightMost(MyString));

};

Wednesday, January 06, 2010

Mengenang Gus Dur

K.H. Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur terlahir di Jombang, Jawa Timur 4 Agustus 1940 (www.Kompas.com, 30 Desember 2009) dari keluarga yang sangat terhormat, pasangan K.H. Wahid Hasyim dan Siti Solichah.Kakeknya, K.H. Hasyim Asy’ari adalah pendiri Nahdlatul Ulama(NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia, sedangkan ayahnya adalah menteri Agama pada era Presiden Soekarno.Namun demikian, latar belakang tersebut tidak menjadikan Gus Dur sosok yg ekslusif bagi golongan tertentu.Gus Dur mampu menembus berbagai dimensi kelompok dan budaya, lebih dari itu, Gus Dur mampu menjadi sosok pembela kelompok-kelompok minoritas.Dari berbagai sepak terjang dan penghargaan yang telah diterima, Gus Dur telah turut serta mengharumkan nama Indonesia hingga kawasan internasional.


Berbagai penghargaan baik dari dalam dan luar negeri serasa belumlah cukup untuk menggambarkan pengabdian tokoh yang satu ini. Banyak dimensi pemikirannya yang sedikit dapat dipahami masyarakat biasa. Pemikiran-pemikirannya jauh melintasi batas ras, agama, wilayah, bahkan waktu. Pemikiran-peikirannya pada batas waktu tertentu dirasa aneh bahkan dinilai kontroversi oleh banyak kalangan, ternyata pada akhirnya memang banyak terbukti. Tidak heran disaat kepergiannya menghadap Sang Khalik, banyak yang merasa kehilangan dan berkabung, baik pengikut maupun pihak-pihak yang sebelumnya berseberangan denganya. Baik pernah kenal langsung maupun tidak langsung.Manifestasi dari segala haru biru atas kepergian Gus Dur dapat tergambar saat prosesi pemakaman.Segala lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang agama, suku, ekonomi, negara, usia, tumpah ruah dengan mendendam pilu.Denagn kapasitas humanismenya, Gus Dur sudah tidak lagi menjadi milik warga NU, tetapi menjadi Bapak bangsa, bahkan (semoga) Bapak dunia.

Penghargaan terhadap Gus Dur bukanlah pengultusan, sebagaimana penghargaan atas tokoh-tokoh lain, semisal Mahatma Gandhi.Gus Dur tetaplah manusia biasa dengan segala kekurangannya. Akan tetapi, segala kekurangannya ternyata tidak mampu menutupi segala dharma bakti yang telah dipersembahkan terhadap umat manusia, khususnya bangsa Indonesia.Pemikiran-pemikirannya yang jenius dan orisinil kadang menimbulkan kontroversi bagi banyak orang.Pemikiran-pemikiran yang dikemas dalam bahasa yang lugas dan sederhana, kadang dalam bentuk guyonan(canda) menjadi daya tarik tidak hanya bagi kalangan Islam khususnya NU, tetapi umat lainnya. Banyak cendikianwan yang dimiliki bangsa ini, tetapi seluit untuk menemukan sosok yang sekaliber Gus Dur dengan segala kharismanya. Gus Dur tetap mejadi pemimpin meskipun tidak berada dalam kursi kekuasaan. 

Dengan kepergiannya, bangsa ini benar-benar kehilangan tokoh pendobrak yang kharismatik. Beberapa hari setelah kepergiannya pun belum menyurutkan segala lapisan masyarakat untuk mengenang dan bela sungkawa dengan berbagai ragam aktifitas. Dari ranah politik pun mulai bergerak untuk mengupayakan gelar kepahlawanan nasional bagi Gus Dur.Upaya tersebut memang semestinya patut diberikan kepada Almarhum, akan tetapi tanpa upaya itupun Gus Dur tetaplah menjadi pahlawan bagi bangsa ini. Gelar hanyalah simbol, sedangkan penghargaan dalam sikap nyata yang telah disampaikan oleh berbagai kalangan adalah substansi yang melebihi makna dari simbol itu sendiri. Selanjutnya ,meneladani perjuangan Almarhum sebagai Bapak bangsa akan jauh lebih bermakna dari sekedar memberikan simbol. Tanpa bermaksud mengerdilkan makna dari gelar kepahlawanan, sudah semestinya perlu dicermati telebih dahulu nilai-nilai luhur apa yang perlu ditauladani dari setiap kepahlawanan itu sendiri. Dengan demikian, sejarah akan menjadi pembelajaran bagi bangsa, tidak sekedar berhenti pada simbol dan seremonial belaka. Sudah terhitung berapa banyak gelar kepahlawanan nasional telah diberikan kepada kusuma bangsa tersebut, namun perlu dipertanyakan kembali seberapa banyak nilai-nilai luhurnya telah dijadikan penyemangat dan tauladan bagi anak bangsa ini. Sudah tidak terbantahkan bahwa Soekarno bersama M. Hatta adalah Sang Proklamator, Soeharto digelari Bapak Pembangunan, dan kini tak terbantahkan pula bahwa Gus Dur lebiih dari sekedar Kyai, tetapi juga Bapak Demokrasi dan penegak HAM serta tokoh Reformasi. Segala gelar tersebut akan tetap melekat meski tanpa penyematan formal gelar kapahlawanan nasional oleh lembaga. 

Selamat tinggal Gus Dur. Terima kasih atas dharma baktimu kepada negeri ini.Segala penghargaan yang telah kau terima mungkin belumlah cukup untuk menggambarkan segala dharma baktimu.Semoga keluhuranmu dapat menjadi tauladan bagi anak bangsa ini. Damai Gus Dur, damai Bangsaku.

Friday, December 18, 2009

Ngono Yo Ngono Ning Ojo Ngono.

Demontrasi tetaplah demonstrasi, bukan bela diri bahkan aksi keji.
Dimanakah akal budi, ketika saudara di peti mati, hanya karena demonstrasi.
Ngono yo ngono, ning ojo ngono.

Mencuri tetaplah mencuri, meski hanya secuil roti.
Dimanakah keadilan bersembunyi, ketika juragan korupsi melenggang pergi, pencuri roti di balik jeruji.
Ngono yo ngono, ning ojo ngono.

Penguasa tetaplah penguasa, lebih digjaya dari jelata.
Dimanakah engkau para penguasa, ketika mereka dirundung duka.
Ngono yo ngono, ning ojo ngono.

Sebuah muhasabah di awal Syuro.
Semoga anak negeri semakin mengedepankan nurani dan akal budi dari pada aksi belati. 
Dalam bahasa Indonesia, "Ngono yo ngono, ning ojo ngono"  tsb diartikan kurang lebih "Bolehlah begitu, namun (caranya) jangan begitu".

Thursday, November 12, 2009

Pidato Bung Tomo





Bismillahirrahmanir rahim…
Merdeka!!!
Saoedara-saoedara, rakjat djelata, di seloeroeh Indonesia,
teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja
Kita semoeanja telah mengetahoei, bahwa hari ini, tentara Inggris, telah
menjebarkan pamflet-pamflet, jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.
Kita diwadjibkan, oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan,
menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.
Mereka telah minta, supaja kita datang pada mereka itoe, dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta, supaja kita semoea datang kepada mereka itoe,
dengan membawa bendera poetih, tanda menjerah kepada mereka.

Saoedara-saoedara,
didalam pertempoeran- pertempoeran jang lampaoe,
kita sekalian telah menundjukkan, bahwa rakjat Indonesia di Soerabaja,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,
pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,
pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli,
dan seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,
didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing,
dengan pasoekan-pasoekan rakjat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,
telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,
telah menoenjoekkan satoe kekoeatan, sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana
Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe saoedara-saoedara,
dengan mendatangkan presiden, dan pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini,
maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.
Tetapi pada masa itoe, mereka telah memperkoeat diri,
dan setelah koeat, sekarang inilah keadaannja.

Saoedara-saoedara, kita semuanja,
kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini,
akan menerima tantangan tentara Inggris itoe.
Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja,
ingin mendengarkan djawaban rakjat Indonesia,
ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,
Dengarkanlah ini , tentara Inggris, ini djawaban kita,
ini djawaban rakjat Soerabaja,
ini djawaban pemoeda Indonesia, kepada kaoe sekalian.

Hai tentara Inggris!,
kaoe menghendaki bahwa kita ini, akan membawa bendera poetih untoek takloek kepadamoe,
koe menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,
kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe!
Toentoetan itoe, walaoepoen kita tahoe, bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita,
oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada,

Tetapi inilah djawaban kita:

Selama banteng-banteng Indonesia, masih mempoenjai darah merah,
jang dapat membikin setjarik kain poetih ,mendjadi merah dan putih,
maka selama itoe, tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!


Saoedara-saoedara rakjat Soerabaja,
siaplah keadaan genting,
tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itoe.
Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.


Dan oentoek kita, saoedara-saoedara,
lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.


Dan kita jakin saoedara-saoedara,
pada akhirnja, pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita,
sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar.


Pertjajalah saoedara-saoedara,
Toehan akan melindungi kita sekalian.


Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!

Video : http://www.youtube.com/watch?v=zm_XZWHhayA

Tuesday, November 10, 2009

Dunia maya sebagai sarana lahirnya kekuatan alternatif

Hiruk-pikuk kasus hukum.
Akhir-akhir ini kita dihadapkan pada hiruk-pikuk kasus hukum yang menyangkut dua pimpinan KPK.Kasus tersebut sangat menyita perhatian dan energi bangsa ini, mengingat KPK adalah lembaga yang diharapkan bisa merepresentasikan gerakan reformasi, khususnya menyangkut kasus-kasus korupsi yang sudah mengakar di negeri ini. Korupsi telah menjadi tertuduh utama atas keterpurukan negeri ini, dan menjadikannya musuh bersama rakyat Indonesia. Begitu besarnya harapan rakyat kepada KPK, hingga perlakuan yang dirasa kurang adil terhadap lembaga tersebut bisa melukai hati rakyat, meskipun juga disadari bahwa KPK bukanlah lembaga kumpulan para malaikat.


Dengan dipicu penahanan kedua pimpinan KPK yang landasan hukumnya masih menjadi debat di kalangan umum, rakyat menjadi semakin gerah, kepercayaan kepada lembaga penegak hukum pun semakin melemah.Rakyat hanyalah rakyat, yang hanya bisa menyaksikan dan berteriak tanpa memiliki wewenang lebih. Akan tetapi rakyat juga sadar, bahwa kedaulatan tertinggi ada di tangannya.Mandat yang dilimpahkan kepada wakilnya seolah sudah tidak bisa diandalkan lagi, jika tidak bisa dibilang sudah tidak bisa sepenuhnya dipercaya. Melihat kondisi yang dirasa memprihatinkan, penggalangan dukunganpun menjadi makin tak terbendung. 


Dukungan teknologi informasi.
Rakyat yang merasa sudah lelah dengan aksi jalanan namun belum tentu efektif untuk menyuarakan aspirasinya, bahkan tidak jarang aksi jalanan justru hanya akan mengganggu kepentingan masyarakat luas, terlebih jika disusupi oknum yang tidak bertanggung-jawab. Dengan dukungan teknologi informasi yang berkembang pesat saat ini, khususnya teknoloogi informasi yang mendukung jejaring sosial, menjadikan rakyat seolah mendapatkan ruang yang leluasa dan efektif untuk menyuarakan aspirasinya.Bersama-sama dengan media informasi lainnya, teknologi jejaring sosial telah menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan dalam mengontrol kebijakan-keijakan yang menyangkut kepentingan publik.Media informasi ini, telah terbukti mampu menjadi saluran alternatif yang bisa diakses masyarakat nyaris tanpa perlu birokrasi berbelit untuk menyuarakan aspirasinya.


Facebook
Facebook, teknoloogi jejaring sosial yang paling popular saat ini telah turut memberikan andil cukup besar dalam menjembati aspirasi rakyat yang terdaftar sebagai anggotanya.Facebook yang awal mulanya digunakan sekedar sebagai media pertemanan, telah berkembang menjadi media penggalangan masa yang jauh lebih cepat dari model-model penggalangan sebelumnya.Hanya dalam waktu kurang-lebih 10 hari, gelombang dukungan dalam salah satu group bisa mencapai lebih dari sejuta anggota.Perlahan tapi pasti, sunyi tapi meyakinkan. Dukungan tersebut tentu sangat bermakna bagi penegakan hukum di negeri ini, setidaknya memberikan dukungan moril yang kuat pada lembaga yang dipercaya rakyat.Alhasil, dua pimpinan KPK yang telah ditahanpun bisa bebas kembali. Lebih dari itu, pihak kejaksaanpun akhirnya mengembalikan berkas terkait ke kepolisian, karena berdasarkan atas temuan Tim 8, tidak ditemukan cukup bukti yang kuat untuk diproses lebih lanjut. Dengan merunut kembali dari awal, apa yang akhirnya diputuskan merupakan rangkaian yang melewati tahapan berupa gerakan dukungan moril rakyat melalui facebook. Tentu tanpa menafikkan peran serta media lainnya


Prospek selanjutnya.
Gerakan penggalangan masa yang kini mulai bermetamorfosis ke dunia maya semakin mendapatkan angin segar dengan dukungan perangkat media yang semakin mudah dimiliki oleh masyarakat. Salah satunya adalah makin terjangkaunya harga telepon genggam yang menyediakan akses ke situs jejaring sosial. Meski perangkat ini mayoritas baru bisa dijangkau kalangan menengah ke atas, tetapi dengan melihat semakin terjangkaunya teknologi seluler oleh lapisan masyarakat, terbuka kemungkinan akses yang lebih luas lagi penggunaan jejaring sosial.Peningkatan pertumbuhan ekonomi tentunya juga tidak menutup kemungkinan dapat membantu penyebaran kesempatan akses. Dengan mengacu pada perkiraan World Bank, yang dimuat dalam harian Kompas tanggal 14 Setember 2009, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2009 diperkirakan mencapai sekitar 4,3%. Sedangkan tahun-tahun selanjutnya diperkirakan sebesar 5,4% tahun 2010, dan sekitar 6,0 sd 6,5% di tahun 2011.


Dari sisi teknologinya sendiri, dengan berkaca pada data statistik yang ada di http://www.nickburcher.com, terbuka peluang yang cukup besar pertumbuhan keanggotan facebook sebagai salah satu jejaring sosial, kususnya di Indonesia. Untuk periode September 2009, yang notabenya pertumbuhan ekonomi kita baru sekitar 4,3, telah tercatat bahwa Indonesia menempati urutan ketujuh dari jumlah pengguna facebook dunia. Bahkan kalau dilihat dari sisi pertumbuhan keanggotannya, Indonesia menempati urutan pertama per Juli 2009. Di sisi lainnya lagi, angka statistik juga menunjukkan masih terbukanya peluang penetrasi lebih besar lagi keanggotan facebook di Indonesia, karena Indonesia masih tergolong dalam kelompok negara yang penetrasi penggunaan facebooknya rendah, yaitu berada pada posisi tujuh puluh satu dari sembilan puluh satu negara yang masuk dalam sampel.


Dengan mempertimbangkan angka-angka statistik tesebut, ditambahkan lagi dengan kultur kekerabatan kita yang memang sangat kuat, maka penggalangan dukungan melalui dunia maya, yang dalam hal ini direpresentaskan oleh facebook, akan tumbuh menjadi kekuatan yang luar biasa, terutama untuk kasus yang menyangkut kepentingan publik. Kekuatan yang mungkin tidak kalah dengan yang disuarakan oleh parlemen, meski tidak memiliki kekuatan hukum, tetapi mampu merepresentasikan aspirasi yang nyata.

Yang perlu diwaspadai adalah terbukanya kemungkinan muncul wajah-wajah palsu dengan menyuarakan aspirasi titipan di dunia maya. Seiring derasnya arus informasi saat ini, kejelian dalam menilai kualitas informasi sangat diperlukan agar tidak mudah terombang-ambing arus yang menyesatkan, bahkan terjebak oleh euforia yang menenggelamkan nalar yang sehat. 

 Data keanggotan facebook.